Peserta Didik

Share
Peserta Didik

Pengetian Peserta Didik

Pengertian Siswa / Murid / Peserta Didik. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pengertian murid berarti orang (anak yang sedang berguru (belajar, bersekolah).

Sedangkan menurut Prof. Dr. Shafique Ali Khan, pengertian siswa adalah orang yang datang ke suatu lembaga untuk memperoleh atau mempelajari beberapa tipe pendidikan.

Seorang pelajar adalah orang yang mempelajari ilmu pengetahuan berapa pun usianya, dari mana pun, siapa pun, dalam bentuk apa pun, dengan biaya apa pun untuk meningkatkan intelek dan moralnya dalam rangka mengembangkan dan membersihkan jiwanya dan mengikuti jalan kebaikan.

Murid atau anak didik adalah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar-mengajar.

Di dalam proses belajar-mengajar, murid sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita, memiliki tujuan dan kemudian ingin mencapainya secara optimal.

Murid akan menjadi faktor penentu, sehingga dapat mempengaruhi segala sesuatu yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajarnya.

Murid atau anak adalah pribadi yang “unik” yang mempunyai potensi dan mengalami proses berkembang. Dalam proses berkembang itu anak atau murid membutuhkan bantuan yang sifat dan coraknya tidak ditentukan oleh guru tetapi oleh anak itu sendiri, dalam suatu kehidupan bersama dengan individu-individu yang lain.

Dalam proses belajar-mengajar yang diperhatikan pertama kali adalah murid/anak didik, bagaimana keadaan dan kemampuannya, baru setelah itu menentukan komponen-komponen yang lain.

Apa bahan yang diperlukan, bagaimana cara yang tepat untuk bertindak, alat atau fasilitas apa yang cocok dan mendukung, semua itu harus disesuaikan dengan keadaan/karakteristik murid. Itulah sebabnya murid atau anak didik adalah merupakan subjek belajar.

Dengan demikian, tidak tepat kalau dikatakan bahwa murid atau anak didik itu sebagai objek (dalam proses belajar-mengajar).

Memang dalam berbagai statment dikatakan bahwa murid/anak didik dalam proses belajar-mengajar sebagai kelompok manusia yang belum dewasa dalam artian jasmani maupun rohani.

Oleh karena itu, memerlukan pembinaaan, pembimbingan dan pendidikan serta usaha orang lain yang dipandang dewasa, agar anak didik dapat mencapai tingkat kedewasaanya. Hal ini dimaksudkan agar anak didik kelak dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, warga negara, warga masyarakat dan pribadi yang bertanggung jawab.

Pernyataan mengenai anak didik sebagai kelompok yang belum dewasa itu, bukan berarti bahwa anak didik itu sebagai makhluk yang lemah, tanpa memiliki potensi dan kemampuan.

Anak didik secara kodrati telah memiliki potensi dan kemampuan-kemampuan atau talent tertentu. Hanya yang jelas murid itu belum mencapai tingkat optimal dalam mengembangkan talent atau potensi dan kemampuannya.

Oleh karena itu, lebih tepat kalau siswa dikatakan sebagai subjek dalam proses belajar-mengajar, sehingga murid/anak didik disebut sebagai subjek belajar.

Tugas Siswa / Murid / Peserta Didik


Selain guru, murid pun mempunyai tugas untuk menjaga hubungan baik dengan guru maupun dengan sesama temannya dan untuk senantiasa meningkatkan keefektifan belajar bagi kepentingan dirinya sendiri. Adapun tugas tersebut ditinjau dari berbagai aspek yaitu aspek yang berhubungan dengan belajar, aspek yang berhubungan dengan bimbingan, dan aspek yang berhubungan dengan administrasi.

Kebutuhan Peserta Didik


Setiap manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang sangat beragam dan berbeda satu dengan lainnya. Dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, manusia berusaha semampunya melakukan segala aktifitas yang sangat beragam pula.

Terpenuhi atau tidaknya kebutuhan manusia sangat mempengaruhi tingkah laku manusia. Manusia akan merasa tentram dan puas bila kebutuhannya terpenuhi dan sebaliknya, ia akan merasa tertekan bila kebutuhannya tidak terpenuhi. Ini menunjukan bahwa kebutuhan sangat mempengaruhi tingkah laku manusia.

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mempertahankan hidup serta untuk memperoleh kesejahteraan dan kenyamanan.

Sedangkan berdasarkan ensiklopedi Indonesia Kebutuhan adalah salah satu aspek psikologis yang menggerakan makhluk hidup dalm akifitas-aktifitassnya dan menjadi dasar (alasan) berusaha.

Pada dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu memenuhi kebutuhan.

Kebutuhan tidak terlepas dari kebutuhan sehari-hari. Selama hidup manusia memerlukan bermacam-macam kebutuhan, seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan dan kesehatan.

Kebutuhan dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu dan agama. Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, semakin tinggi / banyak pula macam kebutuhan yang harus dipenuhi.

Salah satu teori kebutuhan yang paling populer dibangun dan dikembangkan oleh Abraham H.Maslow.

Menurut Maslow manusia mempunyai kecenderungan untuk mencapai kiebutuhan-kebutuhan sehingga penuh makna dan memuaskan. Ia menyatakan bahwa manusia memiliki lima tingkat (hirarki) kebutuhan, yaitu :
  1. Physiological needs (Kebutuhan-kebutuhan fisiologi)
  2. Need for self-security and security (kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan)
  3. Need for love and belongingness (kebutuhan akan rasa kasih sayang dan memiliki)
  4. Need for self-esteem (kebutuhan akan rasa harga diri
  5. Need for self-actualization (kebutuhan akan aktualisasi diri)

Macam-macam Kebutuhan Peserta Didik


Sebagaimana manusia pada umumnya, para peserta didikpun memiliki berbagai kebutuhan yang amat diperlukan bagi perkembangan diri dan wawasan pengetahuannya sebagai bekal baginya untuk masa depan yang lebih baik.

Kegiatan-kegiatan yang terprogram di sekolah pada prinsipnya adalah merupakan manifestasi dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan para peseta didik.

Oleh karena itu, seorang guru harus mengetahui dan memahami akan tingkat kebutuhan peserta didiknya, sehingga dapat membantu dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka malalui  berbagai aktifitas kependidikan, termasuk aktifitas pembelajaran.

Selain itu, guru juga dapat memberikan pelajaran yang tepat sesuai dengan tangkat kebutuhan peserta didik.

Berikut ini beberapa kebutuhan peserta didik secara khusus yang harus menjadi perhatian guru, yaitu :


Kebutuhan Akan Agama


Sejak lahir, manusia telah membutuhkan agama. Yang dimaksud agama di sini adalah iman yang diyakini oleh fikiran, diresapkan oleh perasaan dan dilaksanakan, dalam tindakan, perbuatan, perkataan dan sikap.

Dengan landasan agama yang kuat maka peserta didik akan dapat mengarahkan setiap tingkah lakunya sesuai dengan moralitas yang baik sehingga dapat membentengi dirinya dari hal-hal yang merusak diri dan lingkungannya.

Kebutuhan akan agama merupakan kebutuhan yang paling utama bagi peserta didik. Dengan terpenuhinya kebutuhan agama dengan baik, maka kebutuhan-kebutuhan lainpun akan dapat diaplikasikan dengan baik pula.

Kebutuhan Jasmani


Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan dasar manusia termasuk peserta didik yang bersifat instink, tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan pendidikan.

Kebutuhan-kebutuhan jasmani itu antara lain kebutuhan akan makanan, minuman, pakaian, oksigen, istirahat yang cukup dan gerakan jasmani.

Guru berkewajiban menanamkan kesadaran pada peserta didik untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat, memakai pakaian yang bersih, istirahat yang cukup, mengajak peserta didik untuk rutin berolah raga dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.

Pemenuhan akan kebutuhan jasmani ini, sangat berpengaruh pada pembentukan pribadi dan psikososial peserta didik.

Dengan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan jasmani tersebut, peserta didik akan belajar dengan penuh semangat.

Namun sebaliknya, bila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi akan berpengaruh negative pada peserta didik, mereka tidak termotivasi untuk belajar  dengan giat dengan kondisi jasmani yang tidak sehat.

Kebutuhan Akan Rasa Aman


Kebutuhan akan rasa aman merupakan kebutuhan yang mendorong individu untuk memperoleh ketentraman, kepastian dan keteraturan dari lingkungan, jaminan keamanan, terlindung dari bahaya dan ancaman, penyakit perang dan lainnya. Rasa aman merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi peserta didik, terutama rasa aman di kelas dan di sekolah.

Setiap peserta didik yang datang ke sekolah sangat mendambakan suasana kelas dan sekolah yang nyaman,aman dan teratur serta jauh dari kebisingan dan suasana yang mengancam. Ketika peserta didik memperoleh rasa aman di sekolahnya, hal itu dapat meningkatkan motivasi dan gairah belajarnnya.

Namun sebaliknya, bila ia tidak merasa aman di sekolahnya,akan mempengaruhi motivasi belajarnya. Hal itu juga akan menimbulkan rasa benci pada orang yang menyebabkan hilangnya rasa aman itu.

Kebutuhan Akan Kasih Sayang


Kebutuhan akan kasih sayang yaitu kebutuhan yang mendorong manusia untuk mengadakan ikatan emosional dengan orang lain, yang diaktualisasikan dalam bentuk kebutuhan akan rasa memiliki dan dimiliki, mencintai dan dicintai, menyayangi dan disayangi dan sebagainya.

Semua peserta didik sangat membutuhkan kasih sayang dari orang tua, guru, teman-teman di sekolah dan orang-orang yang ada di sekitaarnya.

Peserta didik yang mendapatkan kasih sayang akan merasa senang dan betah belajar di dalam kelas dan memilki motivasi untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sebaliknya, peserta didik yang kurang mendapat kasih sayang akan merasa terisolasi dan rendah diri hingga menimbulkan kesulitan dalam belajar, sehingga akan melemahkan motivasi belajar mereka.


Kebutuhan Akan Penghargaan

Kebutuhan akan penghargaan merupakan kebutuhan individu untuk merasa berharga dalam hidupnya. Kebutuhan akan penghargaan terlihat dari kecenderungan peserta didik untuk diakui dan diperlakukan sebagai orang yang berharga diri. Mereka yang dihargai akan memiliki rasa gembira dan bangga, pandangan mereka terhadap dirinya dan orang lain menjadi positif dan hal ini akan berpengaruh positif terhadap proses pembelajaran di sekolah. Sebaliknya, bila mereka tidak dihargai atas sesuatu yang dilakukannya dan selalu diremehkan maka pandangan dan sikap mereka akan negative pada dirinya dan orang lain dan akan berpengaruh negative juga dalam proses pembelajaran.


Kebutuhan Akan Rasa Bebas

Kebutuhan akan rasa bebas yaitu kebutuhan untuk merasa bebas dari kungkungan-kungkungan dan ikatan-ikatan tertentu.

Guru harus memberikan kesempatan pada peserta didik untuk dapat mengaktualisasikan diri dan bakatnya bagi perkembangannya, tentu saja dalam batas kewajaran dan tidak membahayakan peserta didik.

Peserta didik yang dalam dirinya tidak merasa bebas dalam mengaktualisasikan diri dan bakatnya akan mudah frustasi, merasa tertekan dan terjadi konflik dengan dirinya maupun orang lain, terutama gurunya. Hal ini tentu saja sangat menghambat kelancaran proses pembelajaran.


Kebutuhan Akan Rasa Sukses

Peserta didik sangat menginginkan segala usahanya dalam menempuh pendidikan di berbagai jenjang dapat berhasil dengan baik, terutama secara akademik. Peserta didik akan merasa senang dan bangga bila semua usahanya dalam belajar dapat berhasil dengan baik. Hal ini dapat memicu motivasi agar mereka dapat lebih baik lagi di tahun atau jenjang berikutnya. Sebaliknya, bila mereka tidak berhasil menggapai kesuksesan / keberhasilan, mereka akan merasa kecewa bahkan mungkin mereka tidak mau lagi melanjutkan pendidikannya.


Kesimpulan

pengertian siswa adalah orang yang datang ke suatu lembaga untuk memperoleh atau mempelajari beberapa tipe pendidikan. Seorang pelajar adalah orang yang mempelajari ilmu pengetahuan berapa pun usianya, dari mana pun, siapa pun, dalam bentuk apa pun, dengan biaya apa pun untuk meningkatkan intelek dan moralnya dalam rangka mengembangkan dan membersihkan jiwanya dan mengikuti jalan kebaikan

Peserta didik yang merupakan bagian dari masyarakat memiliki berbagai kebutuhan dengan segala tingkatannya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut harus dipenuhi dalam rangka perkembangan jiwa dan raganya. Guru menjadi kunci penting bagi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan mereka di sekolah. Untuk itu, guru perlu mengenal, mempelajari dan memahami tingkat kebutuhan peserta didiknya. Dengan demikian proses pembelajaran akan berjalan baik dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Sumber bacaan : Buku Psikologi Perkembangan Peserta Didik, Dra. Desmita,M.Si.
Share

Belum ada Komentar untuk "Peserta Didik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel